Allah Menciptakan Manusia dalam Keadaan Baik

Allah menciptakan manusia dalam keadaan baik.
Jika manusia tersebut ingkar ketika Allah turunkan ke dunia lewat rahim seorang ibu,mungkin didikan awal orang tuanya yg telah keliru masuk ke dalam diri seorang anak.
Baik buruknya seorang anak terlihat dari siapa orang tuanya?

Tapi bukan berarti kita harus menyalahkan orang tua,jadikan kesalahan orang tua sebagai pengingat diri untuk masa depan.
Hidup adalah belajar,belajar karena belum tau.
Jika orang tua salah dalam mendidik kita berarti mereka belum tau.
Bukan hak dan kewajiban kita untuk menggurui orang tua tapi kewajiban kita adalah bersyukur karena atas do'a-doa baik orang tua kepada kita menjadikan hidup kita lebih cepat tau dan selalu mau belajar dari kesalahan.
Entah itu kesalahan orang tua,orang sekitar,ataupun kesalahan kita pribadi.

Kesuksesan dunia akhirat anak ada dalam didikan orang tua.
Orang tua mempunyai tanggung jawab besar untuk membimbing anak di dunia sampai di akhirat kelak.
Orang tua yang selalu mengingatkan anak dalam urusan akhirat tanpa mengagungkan urusan dunia,membuat anak tumbuh menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Maka dari itu semua wanita wajib memperbaiki diri dari sekarang karena ia akan menjadi seorang ibu.
Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Ibu adalah sekolah pertama yang anak lihat,anak ikuti,dan anak fikirkan setiap waktu.
Anak mencontoh semua prilaku dan sikap ibu nya dalam kehidupan sehari hari terkecuali jika anak telah dewasa nanti,biasanya ia akan memiliki pilihan hidup sendiri.
Tapi semenjak kecil ia akan terbiasa dengan semua didikan dan kebiasaan ibunya.

Langkah awal menjadikan anak kita sukses dunia akhirat adalah shalehkan dulu diri kita pribadi.
Setelah itu insyaa Allah kita akan mendidik anak kita dengan baik,baik secara dunia maupun secara akhirat.

Contoh kecil misalnya :
1. Bangunkan anak semenjak 5 tahun untuk mandi sebelum shubuh dan shalat fajar 2 rakaat dilanjut shalat shubuh dalam gerakan yg ringan saja.
Kurang lebih jam 04.00 kita bangunkan dia dan kita mandikan anak dengan air hangat tentunya,bukan air dingin.
Biasakan ia untuk mendengar kisah Nabi Muhammad SAW dan mendengarkan kita membaca shalawat 10x dan tak lupa dengarkan dia do'a kebaikan untuk kedua orang tua,agar setelah besar nanti ia menjadi anak yang selalu mendo'akan kedua orang tuanya.
Biasakan sarapan pagi dan ajak anak untuk menghirup udara pagi setiap hari,ngga usah jauh-jauh cukup diam di teras rumah aja.
Insyaa Allah anak kita selalu dalam lindungan Allah SWT,panjang umur,sehat walafiat,dan selamat dunia akhirat.
Bukan tumbuh menjadi anak yg sering sakit karena bangun dan mandi sebelum shubuh,tetapi ia akan tumbuh menjadi anak yg kuat,ulet dan ahli ibadah.

2. Ajak anak shalat dhuha 2 rakaat jam 7 pagi setelah itu biarkan ia tidur kembali,istirahat,main dengan mainannya atau teman-teman seumurannya.
30 menit sebelum dzuhur ajak ia mendengarkan bacaan Al qur'an yg kita bacakan didekatnya.
Cukup dengarkan anak 5 ayat Al-Qur'an aja dan sampaikan terjemahannya juga, insyaa Allah ia akan tumbuh menjadi anak yg taqwa.
Shalat ashar,shalat maghrib dan shalat isya seterusnya sampai istiqmah insyaa Allah anak kita akan memliliki hati yg lembut setelah dewasa nanti.
Jika ada waktu luang coba perkenalkan dia dengan iqro,ajarkan anak untuk mengenal huruf Al-Qur'an dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Bukan dengan bentakan atau sikap tidak sabar kita ketika anak susah mengenal dan membacanya.
Jangan pernah menggores luka dihatinya atas sikap dan ucapan kita kepada anak meskipun dalam hal kebaikan.
Jika kita tidak ingin ketika dewasa nanti anak tumbuh menjadi seorang yg pemarah dan tidak memiliki sifat sabar,naudzubillah

ibu yg shalehah dan baik selalu melibatkan Allah dalam setiap urusannya terutama dalam hal mengajarkan iqro.
Ibu yg baik memilih berdo'a kepada Allah untuk kemudahan anak membaca iqro.
Mereka berdo'a kepada Allah untuk memberikan kepintaran,kecerdasan,dan kemudahan kepada anaknya untuk mengenal huruf Al-Qur'an,ketimbang mereka marah-marah kepada anak yg membuat Allah kecewa kepadanya.

3. Mau anak kita laki-laki atau perempuan usahakan ia mempunya tanggung jawab di rumah.
Semenjak ia masuk SD biasakan anak untuk melihat kita memasak,mencuci,menyapu,mengepel,
bersih-bersih diluar,
sekali-kali suruh dia yang mengerjakan dengan tenaga ringan saja dan tetap ada dalam pengawasan kita.
Insyaa Allah setelah anak dewasa nanti ia akan tumbuh menjadi anak yang tanggung jawab.
Anak perempuan bisa tanggung jawab mengurus rumah tangganya nanti.
Anak laki-laki bisa lebih tanggung jawab membantu pekerjaan istrinya nanti.

4. Setela dia masuk kelas 5 SD, kita ajarkan anak untuk berdagang,mencari uang yg halal dengan cara menyimpan makanan ringan atau kerajinan yg bisa kita ajarkan kepada anak dan diterima oleh toko makanan atau warung warung kecil yg dekat dengan rumah kita.
Atau hal-hal lainnya yg bermanfaat untuk bekalnya dimasa depan nanti.
Seperti di zaman now ini bisnis online bisa menjadi salah satunya.
Insyaa Allah dengan begitu anak akan tumbuh menjadi pribadi yg mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada orang tua setelah dewasa nanti.
Ia akan selalu berfikir mandiri dan berusaha sendiri terlebih dahulu sebelum mengeluh kepada orang tuanya atau manusia lainnya.

5. Ajarkan ia menabung dan shadaqah setiap harinya walaupun jumlahnya kecil.
Ajarkan juga anak menabung untuk berqurban setiap tahunnya walaupun terkumpulnya 3 tahun yg akan datang tapi setidaknya dia telah kita ajarkan untuk tanggung jawab akan urusan akhiratnya.
Dan tak lupa selalu ingatkan anak dengan semangat untuk pergi ke madinah dan berkunjung ke makam Rasulullah SAW.
Insyaa Allah rezeki yg anak terima sampai ia dewasa nanti akan menjadi rezeki yg berkah dan diridhoi oleh Allah SWT.

Sekaligus mengajarkan kepada anak bahwa harta yang ia punya sejatinya bukan milik dia sepenuhnya,masih ada hak orang lain dan tanggung jawab dunia akhirat akan harta yg telah Allah berikan kepadanya.

Setelah anak memasuki sekolah SMP/SMA ikhlaskan hati untuk berpisah dengannya sementara waktu,biarkan ia menjadi anak pesantren,anak pondok,demi kebahagiaan dunia dan akhiratnya.
Dengan semua ajaran kita diwaktu anak berumur 5 tahun sampai masuk pesantren insyaa Allah ia akan menjadi anak yang sukses dunia akhirat,berbakti kepada kedua orang tua,dan mengerti tujuan hidup sebenarnya.

Diatas tadi hanya sebagian contoh pendidikan dunia akhirat orang tua kepada anaknya.
Tak perlu serupa tapi sesuaikan kembali dengan kemampuan anak dan kemampuan kita sebagai orang tuanya.
Masih banyak didikan lain yang lebih sederhana untuk menjadikan anak sukses dan selamat dunia akhirat.

Sejatinya anak kandung kita itu bukan milik kita sepenuhnya tapi ia adalah milik Allah SWT.
Ia adalah umat Rasulullah SAW.
Jika kita memiliki anak lebih dari satu,jangan pernah membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya.
Karena sungguh Allah menciptakan manusia berbeda rupa,sikap,dan sifat termasuk anak kita sendiri.
Belajar menjadi orang tua yang amanah,lembut,pengertian,dan memiliki segudang maaf untuk anak-anak kita.
Belajar menjadi orang tua yg tegar,kuat dan hebat sampai kita menjadi idolanya anak kita sendiri.
.................................................

Selesai sudah tanggung jawab kita kepada Allah SWT sampai ia menikah dan mempunyai anak cucu nanti.
Semoga kita bahagia melihat anak didik kita,anak kandung kita di alam barzah nanti. Aamiin 
Karena ingat kita tidak akan selamanya ada disamping anak dan menasehati anak.
Kita akan kembali kepada Allah SWT dan mempertanggung jawabkan amanah Allah SWT kepada kita,yaitu seorang anak yang telah kita lahirkan di dunia.

Semoga Allah bahagia,Malaikat selalu mencatat amal baik,dan Rasulullah SAW tersenyum atas kelahiran umat-umatnya yang mengerti akan arti tujuan hidupnya di dunia sampai akhirat.
Manusia diciptakan untuk beribadah,bukan untuk mengagungkan dunia atau bermain-main di dunia.

Semoga bermanfaat 

Komentar