Belajar menjadi Pecinta Shalawat
Disini kita tidak membahas halal ataupun haram,tapi lebih belajar merasa dipandang oleh Allah SWT dan Malaikat serta belajar meyakini bahwa apa yang terucap oleh lisan kita didengarkan oleh Allah SWT.
Jika kita menyanyikan sebuah lagu yang di dalamnya tidak menceritakan Allah SWT,apa Malaikat nyaman dengan ucapan kita?
Apa kita ngga malu sama Allah SWT?
Apalagi jika kita sampai menangis atas sebuah lagu yang didalamnya tidak ada rasa kerinduan terhadap Rasulullah SAW,naudzubillah
Apakah Rasulullah akan bahagia dengan sikap dan ucapan kita?
Takutnya apa yang terucap menjadi do'a dan menjadi nyata,mungkin menurut kita hal ini biasa saja dan tidak memiliki unsur dosa kan?
Tapi dengan membuktikan kepada Allah SWT bahwa kita hamba-Nya yang meyakini keberadaannya dan meyakini bahwa Allah Maha Mendengar serta Maha Mengetahui atas apa yang terjadi dalam diri kita,seharusnya kita malu dan enggan menyanyikan sebuah lagu yang didalamnya tidak terdapat kecintaan terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Belajar sama-sama untuk mengikuti orang shaleh dizaman dahulu,meskipun untuk kita yang lahir di zaman modern ini lebih susah dalam proses istiqamah tapi perjuangkanlah semampu kita apa yang bisa membahagikan Allah SWT,Malaikat dan Rasulullah SAW.
Salah satunya dengan meninggalkan lagu-lagu yang didalamnya tidak ada manfaatnya untuk akhirat kita.
Ketenangan bukan dari sebuah lagu, pengertian bukan dari sebuah lirik,
tapi kenyamanan ada pada shalawat kepada Rasulullah SAW.
Udah banyak shalawat-shalawat di zaman now yang lebih bisa dimengerti,didengarkan,dan disukai setiap waktu.
Yuk sama-sama menjadi pecinta shalawat,sama-sama belajar menghargai pandangan dan pendengaran Allah SWT dalam hidup kita setiap harinya.
Semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar