Kehidupan setelah Pernikahan

Menikah bukan salah satu jalan keluar ketika kita sedang berada dalam keterpurukan,
Menikah bukan salah satu jalan keluar ketika kita sedang mendapat ancaman,
Menikah bukan salah satu jalan keluar untuk membuat orang tua bahagia,
Menikah bukan salah satu jalan keluar untuk mendapatkan pandangan manusia,
Tapi menikah adalah sunnah Rasulullah SAW yang dilakukan secara sederhana,yang di dalamnya terdapat Malaikat yang ikut mendo'akan,serta menikah adalah ibadah kepada Allah SWT sekaligus menyempurnakan agama.

Kita tidak bisa main-main dalam memutuskan pernikahan.
Karena kita bukan berkomitmen kepada diri sendiri,pasangan,dan keluarga saja tapi kita langsung berkomitmen dihadapan Allah SWT dan Malaikat-Nya.
Banyak persiapan yang harus kita persiapkan untuk membangun rumah tangga sakinah,mawadah,dan warohmah.

Bukan persiapan dunia saja tapi persiapan akhirat pun harus kita persiapkan.
Sejatinya bukankah kita ingin bersama selamanya dengan pasangan kita?
Berarti hubungan yang kita buat harus bisa bertahan sampai di syurga.

Ada yang persiapan dunia nya sudah siap,tapi persiapan akhirat nya masih belum siap.
Ada yang persiapan akhiratnya sudah siap,tapi persiapan dunia nya masih belum siap.
Hal ini bisa mengakibatkan pernikahan yang jauh dari kata sakinah.
Karena keduanya harus sama-sama seimbang.

Contoh kecil:
1. Ada istri yang persiapan akhirat nya sudah siap tapi persiapan dunia nya belum di pelajari,misalnya istri belum bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak,mencuci,dan pekerjaan rumah lainnya yang mengakibatkan rumah berantakan setiap hari.
Kejadian seperti ini bila terus berlanjut dapat menyebabkan pertengkaran kecil dirumah dengan suami atau mertua.
2. Ada istri yang persiapan dunia nya sudah siap tapi persiapan akhirat nya belum di pelajari,misalnya ngga bisa sabar dengan pemberian nafkah yang diberikan suami,kurang sopan kepada suami karena belum mengerti hak atau tanggung jawab istri kepada suami yang menyebabkan suami kurang merasa dihargai dan istri ngga mau introspeksi.

Begitupun sebaliknya..

1. Ada seorang suami yang persiapan dunia nya sudah siap tapi persiapan akhirat nya belum di pelajari maka ia akan bersikap menyakiti secara tidak langsung karena belum mengerti hak istri dan kewajiban suami,bisa saja ia tidak bisa memperlakukan istri dengan baik,masih belum bisa menjaga pandangannya dan hal-hal buruk lainnya.
2. Ada seorang suami yang persiapan akhirat nya sudah siap tapi persiapan dunia nya belum dipelajari dan belum diusahakan maka ia secara tidak langsung dapat menyakiti istri dengan pemberiannya yang tidak mencukupi dan hal-hal buruk lainnya yang bisa menyebabkan pernikahan jauh dari kata sakinah.

Terus bagaimana jika kita ingin mendapatkan pasangan yang mempersiapkan dunia sekaligus akhirat nya?
Berdo'a kepada Allah dan terus berusaha menjadikan diri kita seperti apa yang kita harapkan dari jodoh kita. 
Jodoh kan cerminan? Insyaa Allah ia yang akan datang ngga akan jauh beda dari semua sikap dan sifat kita.
Jodoh itu bekerja seperti magnet,jika kita fokus memperbaiki diri maka jodoh pun disana sedang sibuk memperbaiki diri.

Menikah bukan sehari dua hari,bukan sebulan dua bulan,bukan setahun dua tahun tapi seumur hidup sampai maut memisahkan.
Melaksanakan ibadah shalat setiap harinya saja berat,apalagi melaksanakan ibadah pernikahan?
Mereka adalah dua orang yang bertemu ketika dewasa dimana masing-masing dibesarkan oleh orang tua yang berbeda dan dalam lingkungan yang berbeda.
Sudah pasti sangat susah untuk mereka mengimbangi sifat dan sikap pasangan setiap waktu,tapi karena Maha Baik-Nya Allah dan Maha Pengasih-Nya Allah,Allah berikan kasih sayang antara keduanya dan menjadikan mereka tak bisa terpisahkan satu sama lain.
Masyaa Allah..

Hanya pasangan yang mampu bersyukur kepada Allah SWT yang dapat memiliki pernikahan sakinah,mawadah,warohmah.
Ketika mereka melihat wajah pasangan yang sudah tak cantik atau tak tampan lagi mereka tetap bersyukur.
Ketika mereka melihat keburukan yang ada dalam diri pasangan mereka segera beristighfar dan mudah memaafkan.
Ketika mereka melihat kekurangan pasangan baik secara fisik maupun secara sifat mereka ikhlas menerimanya.
Ketika pasangannya diuji oleh Allah berupa sakit mereka mampu menguatkan dan merawat pasangannya sampai sembuh dan sehat kembali serta diiringi do'a-do'a kebaikan yang ia ucapkan setiap waktu.
Karena puncak dalam mencintai ialah mendo'akan.

Kehidupan pernikahan seperti itulah yang didambakan oleh setiap insan.
Dan hanya pasangan yg mencintai karena Allah SWT yang mampu bersabar,ikhlas,menerima,dan bertahan atas semua kekurangan pasangan.
Selain itu tak akan ada kebahagiaan yang didapat. 
Karena cinta manusia karena manusia itu mudah berubah dan berpaling ke lain hati.
Cinta manusia mudah berganti dan hanya menyakiti.
Raihlah cinta Allah agar Allah menitipkan kasih sayang-Nya lewat manusia pilihannya yg bisa menjaga dan mencintai kita apa adanya.


Semoga bermanfaat

Komentar