Teka Teki Jodoh


Terkadang Allah memberikan petunjuk kepada kita bukan sekedar dari apa yang terjadi tapi dari keyakinan hati.

Ketika berdo'a kepada Allah SWT untuk mendekatkan jodoh untukku,tiba-tiba ada chat dari dia.
Dia yang selalu datang dan hilang tanpa kabar.
Hati bukannya senang tapi malah bingung, dan coba protes sama Allah. 
Ya Allah ko malah dia yang mendekat dan tanya kabar tentang hamba? 
Hamba ngga mau sama dia,karena hamba merasa banyak kebohongan yang selalu dia ucap dari awal sampai terakhir berkabar. 
Setelah baca chat nya berulang kali tanpa dia sadar,dia mulai berbohong kembali.
Astaghfirullah..

Padahal yang aku mau bukan dia Ya Allah,aku mau seseorang yang sempat kenal dan bertemu diwaktu itu.
Yang baik,sopan,ramah,dan selalu jujur dengan keadaanya.

Setelah berfikir beberapa menit,aku tegasin dalam hati kalau aku jangan terlalu mudah untuk memastikan chat itu petunjuk dari Allah SWT tentang jodoh,karena kadang Allah menguji keyakinan hati kita sendiri.
Dan aku yakin dia bukan jodohku,
"memang jangan terlalu membenci,bisa jadi dia baik untukmu."
Tapi sebagai wanita kita berhak memilih calon imam yang penuh kejujuran bukan kebohongan,dan pastinya lewat jalan taaruf yang diridhoi Allah bukan lewat chat yang berkepanjangan.

Buat seseorang yang selalu aku sebut dalam do'a mudah mudahan Allah menyampaikan isi hati yang aku rasa saat pertama kali kita bertemu.
Rasanya kita udah pernah kenal,udah pernah ketemu tapi bingung dimana?
Meskipun Allah tak mempertemukan kita kembali,ngga apa apa aku ikhlas.
Karena mungkin sebuah perkenalan tak selalu berujung kebersamaan,apalagi jika perkenalan itu lewat campur tangan syaitan,naudzubillaah..
Semoga seseorang yang selalu aku sebut dalam do'a,Allah segera pertemukan jodohnya,Allah selalu sehatkan dan Allah mudahkan segala urusannya.
Terimakasih telah sempat saling mengenal tanpa melampaui batas dan norma agama.
Sempat membuat tertawa dan sempat berbagi cerita alhamdulillah.

Tentang perasaan yg dirasakan :
Belum suka,belum rindu tapi sebatas penasaran,
Belum ingin diperjuangkan karena masih menanyakan apa yang sebenarnya dirasakan,
Walaupun tidak dibersamakan ngga apa apa,karena hati belum memaksa untuk memiliki dan bersanding di pelaminan.

Kurang lebih perasaan seperti itu yang selalu terjadi saat kita terjebak cinta dalam diam sekaligus keraguan.
Di satu sisi kita tak mau berpacaran tapi di satu sisi kita masih menginginkan chat berkepanjangan dengan seseorang.
Apa perbuatan kita itu tidak mengecewakan Allah?
Di satu sisi kita membela diri dengan semua alasan akal syaitan,seperti chat nya positif ko,kan ngga ketemuan,padahal tetap saja itu semua dosa. 
Karena chattan sama dengan berduaan meskipun tanpa pertemuan.
Semuanya membuat Allah kecewa dan rasa malu kita sebagai wanita telah kita korbankan hanya demi sebuah perkenalan,astaghfirullah..
Semoga Allah memberikan takdir yang terbaik untuk kita semua.

Dari cerita diatas kita dapat mengambil pelajaran bahwa jangan pernah mengambil keputusan terburu-buru atas apa yang dirasakan dan jangan pernah mengkhawatirkan masa depan.
Tenang saja jika ia takdirmu ia akan sampai padamu,tapi jika ia bukan takdirmu jangan menyesal karena yang lebih baik akan segera datang kepadamu.

Tugas kita adalah istiqamah dalam memperbaiki diri dan berserah diri kepada Allah SWT,menitipkan rasa yang pernah ada,telah ada,dan yang sedang dirasa.
Semoga perasaan itu tak menjadi dosa berkepanjangan yang menyebabkan zina fikiran,zina hati,dan zina lisan (percakapan dalam chat yang berkepanjangan).

Sebaik baik persiapan adalah mempersiapkan hati untuk yang halal nanti bukan dia yg belum pasti.
Kosongkan hati hanya untuk dia yang telah dipilihkan oleh sang illahi.

Semoga bermanfaat

Komentar