Cinta Pertama berakhir Bahagia
Sebut saja namanya Syifa, dia gadis berusia 19 tahun yang dikenal tak pernah mengenal cinta dalam lingkungannya. Sebagian temannya pun tampak heran, kenapa dia selalu bersikap dingin jika ada teman laki-laki yang berusaha mendekatinya. Disaat temannya bertanya, ia hanya tersenyum tanpa berkata.
Sebenarnya bukan karena belum mengenal cinta, tapi ia sedang menunggu kembali kehadiran cinta pertamanya ketika masih duduk di bangku SD. Laki-laki yang selama 3 tahun ini selalu perhatian kepadanya lewat chat beralasan rindu.
Dia bernama Lutfi, semenjak lulus SD, Lutfi bersama keluarganya pindah ke luar kota yang menyebabkan mereka berpisah dan tak pernah bertemu kembali.
Kisah mereka berdua itu bisa dibilang lucu, saat masih duduk di bangku SD mereka berdua sering dibilang jodoh oleh teman di kelasnya bahkan oleh guru-gurunya sekalipun, tapi dengan kompaknya mereka bilang "ih..ngga mau" sampai syifa sering nangis di kelas karena lelah mendengar semua perkataan teman-temannya.
Katanya sih muka mereka berdua mirip,oleh karena itu mereka selalu menjadi bahan ejekan teman-teman di kelasnya pada saat itu
Akhirnya setelah jarak memisahkan, membuat mereka berdua sadar ternyata rasa marah dan kesal di waktu dulu adalah rasa saling suka yang mereka tutup-tutupi dari teman-temannya dan bisa saja rasa benci di waktu dulu berubah menjadi cinta, cinta monyet.
6 tahun setelah kelulusan SD, SD Melati mengadakan reuni. Tanpa Syifa tau, ternyata Lutfi hadir di acara reuni tersebut.
Selama ini mereka hanya komunikasi lewat media sosial dan baru kali ini mereka bertemu kembali setelah kelulusan SD 6 tahun yang lalu.
Ada perasaan malu,senang,dan canggung diantara mereka berdua. Dan seperti biasa teman-temannya mengejek kembali mereka,namun bedanya sekarang mereka menjadi malu-malu kucing atas gurauan teman-temannya itu. Mereka berdua memang lucu disaat yang lain ngobrol langsung, mereka pilih chattan dalam satu lokasi.
"Syif,kamu malu ngga?" tanya Lutfi dalam sebuah chat
"Iya aku malu nih kalau teman lainnya sampai tau kita udah deket" balas Syifa
"Yaudah kalau gitu kita ngga usah ngobrol disini,di tempat lain aja. Nanti teman-teman yang lain malah tambah gangguin kita kalau tau kita sekarang udah deket" balas Lutfi kembali
"Oke" jawab Syifa mengakhiri chatt
Backstreet yang mereka jalankan dari teman-temannya berhasil, pulang dari reuni mereka lanjut ke sebuah tempat makan yang berlokasi tidak jauh dari SD, sesudah memastikan teman-temannya pulang satu persatu Syifa pun menyusul Lutfi yang sudah menunggu di tempat makan terlebih dahulu.
Disana mereka memulai percakapan dengan perasaan malu satu sama lain,di tengah percakapan Lutfi bilang kepada Syifa kalau dia akan lanjut sekolah ke luar negeri selama 5 tahun. Syifa pun kaget dan terdiam. Harapannya mengakhiri LDR terpatahkan oleh ucapan Lutfi pada saat itu. Mereka telah menjalani LDR selama 3 tahun,hubungan mereka berawal dari mereka duduk di bangku SMP kelas 3 semester akhir. Lutfi berjanji jika ia telah sukses ia akan kembali dan melamar Syifa. Syifa hanya bisa tersenyum tanpa berkata seperti biasa,karena Syifa orang yang pendiam dan sedikit bicara dalam kesehariannya.
Setelah pertemuan itu hati Syifa gundah,ia takut Lutfi tidak akan menepati janjinya. Syifa memutuskan untuk mulai menjauhi Lutfi secara tidak langsung, Lutfi pun merasa bingung dengan sikap Syifa pada saat itu.
Akhirnya mereka berdua putus komunikasi selama satu tahun tanpa alasan apapun.
Syifa yang memang ingin segera move on dari Lutfi mencoba menerima cinta salah satu temannya di kampus. Sebut saja namanya Rendi, dia adalah laki-laki yang baik dan sangat mencintai syifa disaat itu. Syifa yang cinta dan hatinya masih untuk Lutfi memberanikan diri untuk menerima cinta dari Rendi.
Lutfi yang mendengar kabar syifa telah memiliki kekasih dari salah satu teman SD nya itu merasa terpatahkan hatinya. Lutfi kecewa atas semua sikap syifa yang pergi tanpa alasan dan dengan mudahnya berpindah hati kepada lelaki lain. Tapi ia menyembunyikan kekecewaannya dari siapapun karena hubungan mereka selama ini terlanjur backsrteet dari teman-temannya.
Lutfi pun memblokir semua media sosial syifa yang dimana syifa tidak mempublikasikan kekasih barunya itu. Karena memang hubungan mereka pun dulu tak pernah dipublikasikan. Syifa termasuk salah satu perempuan yang tidak suka mempublikasikan hubungannya di media sosial.
Lutfi marah , Lutfi kecewa
Disaat bersamaan dengan hari dimana Lutfi mengetahui kabar Syifa yang telah memiliki kekasih baru, ia pun dapat kabar dari keluarganya kalau ibunya sedang sakit dan terbaring di rumah sakit. Tak lama dari sakit yang dirasa,ibu nya pergi meninggalkannya.
Lutfi seorang diri menangis pilu merasakan keterpurukan dalam hatinya. Dua orang wanita yang ia cintai kini telah hilang dari kehidupannya. Meskipun Syifa telah menyakitinya, jauh didalam lubuk hatinya ia masih sangat mencintai Syifa.
Lutfi pun kembali melanjutkan sekolah di luar negeri dan secara tidak sengaja ia bertemu wanita yang sangat mirip dengan Syifa.
Memang bayangan syifa tak pernah benar-benar pergi dari ingatannya
Lutfi mencoba untuk berkenalan dan memulai hubungan baru dengan wanita tersebut, sebut saja ia Rani.
Lutfi selalu membagikan momen kebersamannya dengan Rani lewat media sosialnya, berharap ada salah satu temannya memberi tahu Syifa bahwa ia sekarang telah memiliki kekasih baru.
Ternyata tanpa Lutfi tau, selama ini Syifa selalu stalking media sosial Lutfi melalui akun palsunya karena akun Syifa yang asli telah di blokir oleh Lutfi.
Setelah Syifa mengetahui bahwa Lutfi telah memiliki kekasih baru,ia pun bergumam dalam hatinya "keputusan ku di waktu itu memang tepat,ternyata dia tidak setia", ucapnya..
Syifa lupa,bahwa ia sendiri yang telah mengakhiri hubungannya tanpa kata dan tanpa alasan sedikitpun terhadap Lutfi.
Singkat cerita.. Lutfi telah selesai menyelesaikan sekolahnya di luar negeri dan Syifa pun kini telah bekerja di salah satu perusahaan ternama.
Tepat di sebuah cafe, tanpa disengaja mereka pun bertemu. Syifa dengan Rendi sedangkan Lutfi dengan Rani. Tanpa diketahui ternyata Rendi adalah teman Rani diwaktu kecil.
Mereka pun akhirnya duduk dan berbincang-bincang bersama pada saat itu. Syifa dan Lutfi hanya bisa saling memandang tanpa berkata sedikitpun.
Ada perasaan rindu dan benci diantara mereka berdua, meskipun sebenarnya semuanya salah Syifa tapi tetap saja Syifa merasa kecewa dengan alasan Lutfi yang tidak setia.
Memang sudah hukum alam kalau wanita itu ngga mau salah dan disalahkan
Rani dengan perasaan bahagianya mengundang Rendi untuk hadir di acara pernikahannya bulan depan. Rendi pun tak mau kalah oleh Rani, dia mengundang kembali Rani untuk hadir di acara pernikahannya minggu depan. Syifa dan Lutfi hanya sama-sama diam dan tersenyum ringan mendengarkan percakapan antara Rendi dan Rani mengumumkan acara pernikahannya.
Sebenarnya Syifa tak pernah mencintai Rendi sepenuh hati, Rendi hanya sebuah pelampiasan untuk Syifa agar ia bisa melupakan Lutfi meskipun kenyataannya ia tak benar-benar melupakan Lutfi. Begitupun Lutfi ia tak pernah mencintai Rani, untuknya Rani hanya obat ketika ia merasa rindu bertemu Syifa. Karena memang benar Rani mirip sekali dengan Syifa, perbedaannya antara mereka hanya dari kain yang menutup di atas kepala karena pada saat itu Syifa telah memakai hijab,sedangkan Rani belum.
Mereka pun menikah dengan seseorang yang mereka tidak cintai. Dalam pernikahannya mereka merasa lelah, mereka telah berusaha untuk mencintai pasangannya masing-masing namun mereka selalu gagal untuk memulainya.
Akhirnya tanpa direncanakan bersama mereka berdua memilih pisah dari pasangannya masing-masing. Pernikahan yang mereka bangun hanya bertahan kurang lebih 3 bulan, begitupun sebaliknya. Mereka memutuskan untuk berhijrah dan medekatkan diri kepada Allah untuk memberikan mereka kekuatan melanjutkan kehidupannya dan cinta yang selalu dirasakannya.
2 Tahun berlalu..
Kini Syifa maupun Lutfi telah hidup seorang diri. Mereka telah sama-sama ikhlas dan tak saling mengharapkan satu sama lain. Mereka berdua pun tak mau mencoba cinta baru karena mereka telah berhijrah dijalan Allah. Sekalipun ada dan siap,mereka ingin memulainya dengan proses ta'aruf.
Qadarullah disaat mereka telah benar-benar ikhlas melepaskan satu sama lain, Allah pertemukan kembali mereka lewat jalan taaruf yang disarankan oleh salah satu temannya. Sebut saja ia Doni, salah satu teman SD yang selalu ikut usil di masa lalu.
Saat ini Doni berprofesi sebagai seorang motivator, ia sering mengisi acara-acara seminar Pra-Nikah. Diam-diam Doni mencari tau keberadaan Syifa dan keadaan Syifa saat ini karena setelah mendengar cerita dari Lutfi, ia merasa bahwa Lutfi dan Syifa ditakdirkan bersama meskipun semuanya berada ditangan yang Maha Kuasa.
Doni berhasil menemukan keberadaan Syifa yang sekarang aktif dalam sebuah majelis. Doni meminta tolong salah satu ustadzah yang dekat dengan Syifa saat ini untuk memberikan Syifa nasehat melanjutkan kehidupannya kembali dengan cara menikah melalui proses taaruf yang dimana calonnya adalah Lutfi.
Setelah ustadzah menyetujui permintaan Doni, ustadzah langsung membicarakan semuanya kepada Syifa. Syifa pun setuju dengan saran ustadzah yang mana ia telah menganggap ustadzah itu ibu kandungnya sendiri.
Doni pun melakukan hal yang sama kepada Lutfi, dia menyarankan Lutfi untuk mencoba bertaaruf dengan salah satu perempuan yang ia kenal baik akhlak dan perbuatannya sehari-hari. Lutfi pun setuju dengan semua saran Doni dan menerima proses ta'aruf tersebut.
Mereka pun dipertemukan kembali dan tak pernah menyangka bahwa calonnya adalah seseorang yang pernah mereka do'akan setiap waktu sampai dititik ikhlas Allah persatukan kembali lewat jalan yang diridhoi-Nya. Selebihnya karena kerja keras Doni yang pada saat itu membantu untuk mempertemukan mereka kembali,dua temannya yang selalu ia ganggu dengan gurauan usil di masa lalu.
Tak menunggu waktu lama di hari itu juga dengan proses yang singkat mereka melangsungkan ijab qabul (akad).
Kini Syifa dan Lutfi telah hidup bahagia dikaruniai dua orang anak. Mereka hidup bahagia dengan pernikahan yang dibangun cinta karena Allah,untuk Allah dan sampai Syurga-Nya.
Allah mempertemukan mereka kembali dalam keadaan ikhlas dan sama-sama telah mengerti arti cinta yang sebenarnya. Pernikahan mereka pun berjalan sakinah mawadah warohmah.
Begitupun kehidupan Rendi dan Rani,mereka sama-sama memutuskan menikah kembali dan memilih untuk membangun rumah tangga bersama-sama atas rasa patah hati yang sama dengan orang yang dulu sempat membicarakan masa depan bersama.
Ternyata mereka berdua adalah dua orang yang sempat memiliki ikatan cinta monyet di masa lalu. Ketika mereka duduk di bangku SMP mereka sempat saling suka dan berakhir di bangku SMA kelas 3 dikarenakan Rani yang melanjutkan sekolah ke luar negeri.
Pantas saja waktu dulu mereka saling tak mau kalah atas hari pernikahannya. Ternyata antara Rendi dan Rani pun masih menyimpan cerita yang menurut mereka berdua belum terselesaikan. Persis seperti kisah Lutfi dan Syifa yang berakhir tanpa alasan pada saat itu.
Dan kini antara mereka telah sama-sama hidup bahagia dan saling melupakan masa lalu, namun sayangnya Rendi dan Rani belum dikaruniai anak seperti Syifa dan Lutfi.
Selain sama-sama hidup bahagia, hubungan diantara mereka pun sampai saat ini berjalan dengan baik,hubungan yang mereka bangun sedekat keluarga layaknya saudara.
-Selesai-
....................................................
Dari cerita diatas dapat kita ambil kesimpulannya:
1. Jangan pernah memulai cinta sebelum ada ikatan halal karena yang didapat hanya kekecewaan dan penyesalan
2. Jika berjodoh sekuat apapun rintangannya dan sebesar apapun halangannya maka akan tetap dipersatukan juga
3. Tak ada yang salah dengan rencana Allah,apa yang ditakdirkan oleh Allah itu semua untuk kebaikan hamba-Nya
4. Jika kita kembali ke jalan yang Allah ridhoi,maka pertolongan Allah semakin dekat
5. Lingkungan pertemanan kita mempengaruhi kualitas kehidupan kita
Mohon maaf jika ada kesamaan nama,tempat ataupun persamaan jalan cerita dengan apa yang tertulis,semuanya terjadi atas unsur ketidaksengajaan. Ini hanyalah sebuah cerita imajinasi bukan cerita kenyataan yang terjadi dalam kehidupan.
Selamat hidup berbahagia karena Allah SWT sampai bersama-sama di syurga-Nya :)
Komentar
Posting Komentar