Sebelum datang Kematian

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, aku akan pergi bertemu Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang dengan kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau jika bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Ketika itu semua sahabat  diam, dan dalam hati masing-masing berkata,"Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang dengan Rasulullah.”

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama Akasyah. Lalu, dia berkata, "Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta kau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa.”

Maka Akasyah pun mulai bercerita, "Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu Engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda. Tetapi, cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda, sebenarnya cemeti itu terkena pada dadaku karena ketika itu aku berdiri di sebelah belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah.”

Mendengar yang demikian, Rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Akasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Wahai Akasyah, bersegeralah untuk membalasnya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Allah akan murka padamu."

Akasyah terus menghampiri Rasulullah SAW, tangan yang memegang cemeti untuk dipukulkan ke tubuh Rasulullah SAW, rupanya dilempar cemeti itu sambil terus memeluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya.

Sambil berteriak menangis, Akasyah berkata, "Ya Rasulullah, ampunkanlah aku, maafkanlah aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sesungguhnya aku takut dengan api neraka. Maafkanlah aku ya Rasulullah."

Rasulullah SAW dalam keadaan sakit berkata,"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Syurga, maka lihatlah Akasyah."

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

............................................................

Begitupun dengan diri pribadi yang selalu menyakiti hati kalian lewat lisan maupun perbuatan,yang selalu meninggalkan kalian ketika kalian membutuhkan atau apapun berbagai cerita kesalahan diri ini semoga kalian memaafkan diri pribadi yang lebih pantas disebut pendosa hebat berkali-kali lipat seperti ini. Astaghfirullah..

Mungkin ada beberapa diantara kalian yang jengkel,yang benci,yang iri dengan diri pribadi. Entah karena kesalahan diri ataupun perasaan yang muncul dalam hati secara tiba-tiba dalam diri kalian masing-masing. Itu semua hak kalian, it's ok..
Kewajiban pribadi hanya ingin meminta maaf kepada kalian semua.

Maafkan diri ini yang kadang khilaf,tega,pelupa,dan berbagai keburukan diri lainnya.
Sehingga kalian marah tanpa batas kepada diri pribadi atau mungkin komunikasi yang tidak lancar dan kekesalan hati yang meningkat secara terus menerus mengakibatkan diantara kalian memendam amarah kepada diri pribadi. Tapi kalian tenang saja,insyaa Allah diri ini selalu memaafkan kalian,karena semuanya berawal dari kekeliruan diri.

Diri ini sangat sayang kepada kalian yang telah menyakiti,semoga kalian pun bersifat demikian kepada diri pribadi yang sering menyakiti, Astaghfirullah..
Ingin rasanya urusan kita berakhir di akhirat hingga kita sama-sama berkumpul di syurga dan melupakan semua kebencian yang telah kita ukir di dunia.

Sekarang yang harus kita pikirkan dan siapkan adalah urusan kita kepada Allah SWT dan Rasululllah SAW :)
Apa balasan yang pantas kita berikan kepada Rasulullah SAW atas semua perjuangan baginda selama ini? Sampai baginda Rasululllah SAW tersenyum di akhirat nanti.

Diri ini sangat mengerti,kalau sakit harus dibalas sakit. Karena sungguh Rasulullah SAW pun bersikap demikian. Sampai di akhirat nanti diri ini tak akan mempertanyakan atau memperhitungkan kesalahan kalian,semoga kalian pun bersikap sama seperti diri pribadi,memaafkan diri pribadi dengan ikhlas aamiin :))
Karena sungguh harapan diri ini hanya satu, yaitu ingin selamanya berkumpul di syurga-Nya Allah SWT bersama umat Rasulullah SAW baik yang menyakiti ataupun tersakiti,dan khususnya bersama kedua orang tua serta keluarga. 

Semoga Allah selalu menjaga hati kita dari sifat kebencian,dan selalu memahami kekeliruan ataupun kesalahan orang lain kepada kita.
Sungguh tak ada manusia yang selamat dari dosa seperti kesalahan,kemunafikan,dan kekeliruan, karena Nabi Adam pun sempat keliru terlebih dahulu. 

Tak ada kebahagiaan hati lahir batin yang lebih indah selain saling memaafkan karena Allah SWT.


Dariku,
Pendosa hebat sekaligus calon mayat yang masih mempertanyakan semuanya

Komentar